Ini merupakan salah satu pemandangan yang cukup langka di kota HO CHI MINH. Dalam kurun waktu terakhir ini, banyak bermunculan mesin penjual otomatis atau disebut juga dengan Vending Machine berkat penyebaran smartphone yang memungkinkan pembayaran digital dengan mudah di Vietnam.

Di dalam lobi Bitexco Financial Tower, sebuah tower dengan 68 lantai yang merupakan salah satu simbol dari Kota Ho Chi Minh, berdiri lima mesin penjual otomatis atau Vending Machine dari Kootoro.Vending Machine tersebut tidak menggunakan alat pembayaran dengan uang koin ataupun kertas dalam pembelian barang di Vending Machine.

Untuk melakukan pembelian, konsumen harus mengunduh aplikasi Toro digital wallet di smartphone mereka dan mendaftarkan informasi seperti nama, alamat dan nomor telepon. Aplikasi ini kemudian akan mengkonversi uang dari kartu kredit atau rekening bank menjadi uang digital. Pelanggan kemudian menggunakan kata sandi atau otentikasi sidik jari untuk menampilkan kode QR yang dipindai oleh pembaca untuk menyelesaikan transaksi.

Mesin-mesin penjual otomatis atau Vending Machine ini tidak hanya menjual makanan ringan tetapi juga makan siang, makanan kemasan dan makanan penutup. 
Dengan perkembangan teknologi yang mutakhir saat ini, pelanggan juga dapat menikmati kebiasaan lama minum air kelapa dengan membeli dari Vending Machine di jantung kota terbesar di Vietnam ini.

Kelapa yang dibungkus plastik dapat dibeli seharga 78 sen dari Vending Machine ini. Sebelum kelapa didistribukan dari dalam Vending Machine, dengan sistem mekanik akan dibor secara otomatis dibagian lubang untuk straw, sehingga air kelapa segar bisa dinikmati.

Kootoro telah meningkatkan pemasangan mesin penjual di kota ini sejak tahun lalu karena bertujuan untuk melakukan ekspansi yang cepat. "Saya tidak membawa dompet saya selama bekerja, jadi Vending machine benar-benar membantu," kata seorang penjaga keamanan berusia 25 tahun yang membeli di Vending Machine setiap hari.

Ibu kota Hanoi juga berencana untuk memperkenalkan mesin penjual otomatis atau Vending Machine yang menerima pembayaran tanpa uang tunai melalui kode QR smartphone tahun ini.

Vending Machine biasanya langka di Vietnam karena kurangnya uang tunai yang dapat diandalkan. Tidak hanya negara yang memiliki koin yang tidak cukup dalam sirkulasi, tetapi mereka juga menghentikan percetakan uang pada tahun 2011. Mata uang kertas yang lebih kecil dari 5.000 dong sangat usang, membuatnya tidak layak untuk penggunaan di mesin penjual otomatis atau Vending Machine. 

Bagaimanapun, dengan pembayaran seluler tampaknya telah memberikan solusi cepat untuk semua rintangan ini.

Saat ini ada sekitar 3.000 mesin penjual otomatis di Vietnam. Angka itu diperkirakan akan meningkat dua kali lipat untuktahun depan dan terus meningkat tajam setelahnya, sebuah perkiraan kelompok industri.
Seiring berkembangnya industri teknologi informasi di negara ini dan konsumen menjadi lebih terbiasa dengan inovasi semacam itu, cenderung terlihat pasar baru muncul di berbagai bidang ekonomi di Vietnam.

asia.nikkei.com
Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

0 comments:

Post a Comment

 
Top