Sebuah hotel di pinggiran kota Yokohama, Jepang, memberikan layanan khusus untuk menyimpan jenazah di peti mati yang ber-AC, sehingga keluarga almarhum dapat mengunjunginya setiap waktu.



Hotel Lastel merupakan hotel penginapan khusus mayat yang menunggu giliran untuk dikremasi pada krematorium kota berkapasitas besar.

Bisnis penginapan ini semakin maju karena terlihat seperti hotel pada umumnya, meski terkadang ada beberapa tamu yang datang mencari tempat untuk bermalam. Namun kedatangan tamu tersebut tentu saja ditolak karena bukan berupa jenazah.



“Kami mengatakan kepada mereka kami punya ruangan yang dingin, tapi ini hanya tersedia khusus mayat” kata pemilik penginapan, Hisayoshi Teramura.

Ia juga mengatakan bahwa bisnis ini menjadi terkenal dan langka di dunia usaha Jepang.



Orang Jepang mengeluarkan biaya rata-rata 1,2 juta yen atau sekitar Rp134 juta untuk bunga, guci, peti mati serta biaya pemakaman lainnya. Biaya tersebut dua kali lipat dari rata-rata yang dihabiskan warga Amerika untuk pemakaman setiap tahunnya.

Sementara, hotel ini memiliki sistem penyimpanan otomatis yang tersembunyi dari pelayat di belakang jendela dengan bingkai berbentuk kotak bunga dengan biaya penawaran untuk satu malam yang cukup tinggi.



Hotel tersebut juga menyimpan dan membekukan mayat yang berada dalam peti mati, kemudian mengirimkan mereka ke sebuah ruangan khusus yang digunakan para pelayat untuk melihat jenazah, baik siang atau malam hari, atau setiap kali teman dan keluarga datang untuk memberikan penghormatan.



pelitaonline

vivanews

2 comments:

  1. wow this really good blog content
    visit : http://uii.ac.id

    ReplyDelete
  2. waooow, hotel mayat,
    klg

    ReplyDelete

 
Top