Boku no Blog - Masker ini diberi nama "Talkable-kun,"(bahasa Iggris)/ "Shabereru-kun" (bahasa Jepang) yang artinya Anda dapat berbicara dengannya. 


Meskipun masker sudah menjadi pemandangan umum di Jepang, banyak bisnis harus beradaptasi dengan penggunaan masker yang lebih luas. Semuanya, mulai dari ruang karaoke yang menggunakan "efek masker" pada musik hingga masker yang dapat menerjemahkan ucapan ke dalam berbagai bahasa.

Tapi satu industri yang kesulitan adalah restoran. Makan bukanlah aktivitas yang sangat kondusif untuk mengenakan masker.

Namun, restoran keluarga Saizeriya di Jepang  baru-baru ini mengeluarkan video yang menunjukkan solusi mereka untuk masalah tersebut: masker yang mereka sebut Shabereru-kun.

Berikut ini Atsushi Takagi, manajer umum administrasi restoran Saizeriya, memamerkan maskernya;

▼ Langkah pertama memakai Talkable-kun. Ironisnya adalah Anda harus melepas dulu masker Anda sendiri.


▼ Langkah berikutnya, lipat topeng Anda menjadi dua, bungkus dengan plastik, dan kemudian…


▼… Taraaa... Talkable-kun, siap digunakan. 


▼ Dengan hanya selembar kain yang menjuntai menutupi mulut, Anda bisa makan…


▼… dan minum sambil memakainya.


Tentu saja, hanya dengan melihat Talkable-kun, kesalahan fatal ini terlihat dengan jelas: masker ini tidak bisa menutupi seluruh mulut Anda. 

Tidak ada yang mencegah udara yang terinfeksi masuk atau keluar dari area terbuka di bawah dan ke samping.

Jika Anda duduk di meja dengan tiga, empat, atau lebih orang, Talkable-kun tidak akan bisa berbuat banyak untuk mencegah Anda saling menghisap oksigen. 

Apalagi saat Anda tertawa atau bersuara yang lebih keras yang bisa membuat seluruh lembaran tipis terbang ke atas.

Banyak pro dan kontra dari reaksi warga netizen Jepang. Tapi anehnya, banyak orang yang menyukai masker itu. Mungkin mereka menganggap risikonya tidak terlalu signifikan, atau mereka cukup lelah dikurung di karantina sehingga mereka bersedia mengambil risiko. 

14 comments:

  1. kreatif laa owner restoran ni!

    ReplyDelete
    Replies
    1. @dear anies_ Iya saya juga merasa demikian.

      Delete
  2. Selalu ya Jepang itu inovatif dan kreatif. Bidang tekhnologi juga iya.

    Kebanyakan makan ikan kali ya jadi pada pinter-pinter warganya .., kalau ngono yuk kita juga biasakan makan ikan.
    Yang ngga makan ikan tenggelamkan saja ... , Laah kok dadi kayak slogan gini wwkkkk :D!.

    Ngomong-ngomong orang Indo sudah ada yang mraktekin gunain Talkable-kun belum ya .., aku kok jadi penasaran pengin pakai juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Himawan Sant_ Iya mas, uniq, kreatif dan inovatif. Sebenarnya kita juga memiliki ketiga hal tersebut, cuman kadang masih kurang ulet dan tekun.

      Belum ada kayaknya mas di Indo, coba mas Himawan mengawali membuatnya.. :-d

      Delete
  3. Inovatif sih, tapi emang kurang efektif ya... Sama aja kayak ditutupin dan debu-debu juga tetep bisa masuk dari samping. Meski begitu patut diapresiasi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Astria tri anjani_Iya kalau pas ketawa terbahak dan ngomong keras tissue papernya bisa kebuka. :-)

      Delete
  4. ide yang sangat lumayan kreatif
    Tapi paling enak ya, pesan makanan terus dibawa pulang.
    Tapi yaitu kendalanya kan jenuh dirumah, sehingga ingin mencari suasana baru.
    soal resiko mungkin sadar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Djangkaru Bumi_Itulah mas, masyarakat sudah jenuh di rumah. Tapi juga harus ditahan keinginan utk makan di luar yang tidak perlu. Karena situasinya memang masih seperti ini.

      Delete
  5. Jepang sih.. kadang produk2 dia itu orang lain pandang biasa tpi keberadaan cukup menolong..
    Di jepang ada produk yg bisa bikin cermin dikamar mandi nggk foggy.
    Ada produk yg bikin tempat sampah nggk bau..
    Platic wrap yg nggk nempel satu sama lain...
    Hebat pokoknya.. smpe saya kadang kewalahan kerja di pabrik punya jepang. Buat salah langsung dipanggil buat klarifikasi.. heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Bayu13K_ Iya mas. Mereka inovatif dan kreatif.

      Delete
  6. Walaupun masih ada kemungkinan fungsi maskernya hilang, tapi ini kreatif sih idenya ya. Pasti nanti ada perbaikan modelnya deh abis banyak kontra :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Anggun Josie Pasemawati_biasanya memang seperti itu. Perbaikan demi perbaikan mereka lakukan. Menerima ide dan masukan untuk kualitas produknya.

      Delete
  7. Hmmm, menarik sih, tp apa sbnrnya di sana saat makan ga bisa buka masker dulu? Kalo di sini kan saat makan di resto masih diizinkan utk buka masker, walopun ada cara sbnrnya utk menyimpan masker yg digunakan agar tetep bersih dan tidak menggantung di leher.

    Bener sih yaa, cara di atas msh beresiko virus menyebar karena tidak menutup rapat :D.

    Ah, jadi kangen Jepang baca ini :). THN depan seharusnya aku ksana lg, tapi ntahlah apa sudah bisa ato belum.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @fanny_dcatqueen_Iya mbak. Tapi mbak Fanny traveling nya ke Jepang dalam rangka apa itu mbak?

      Delete

 
Top