Kinect, kontroler yang mampu mendeteksi gerak dan suara besutan Microsoft, mulanya dibuat untuk menjadi aksesori konsol game Xbox 360. Karena memiliki banyak potensi yang belum terungkap, Kinect mulai dikembangkan oleh para peneliti untuk kebutuhan di luar game, termasuk untuk kesehatan.

Sebelumnya, peneliti asal Jerman telah mengubah fungsi Kinect menjadi mesin Sinar-X interaktif yang memanfaatkan teknologi Augmented Reality.

Microsoft sebagai empunya Kinect tak mau ketinggalan. Perusahaan software ini sedang bekerjasama dengan rumah sakit Guy’s and St. Thomas’ di London, Inggris, dalam proses uji coba menggunakan Kinect sebagai asisten di ruang operasi.

Pada 8 Mei 2012 lalu, seorang ahli bedah Tom Carrell dari Guy’s and St. Thomas, berhasil mengostumisasi Kinect untuk menelusuri gambar medis dan real time dari mesin Sinar-X yang digunakan untuk mengobati pembengkakan pembuluh darah seorang pasien.

Menurut Carrell, Kinect memiliki kontrol yang sangat intuitif. Sistem yang dibekali pada Kinect memungkinkan ahli bedah melakukan sejumlah tugas di ruang operasi tanpa harus menyentuh apapun. Ahli bedah cukup melambaikan tangan atau membuat gerakan sederhana, kamera Kinect akan mendeteksinya.

Selama ini, seorang ahli bedah harus sejenak menghentikan pengamatan ketika mereka menggunakan mesin Sinar-X karena mereka harus melihat gambar secara rinci. Proses ini banyak bergantung pada asisten atau perawat.

Sementara dengan Kinect, ahli bedah dapat memberi perintah kepada asisten yang berada di ruangan sebelah, meminta mereka memanipulasi gambar, memutar, menaik-turunkan, sampai memperbesar dan memperkecil gambar dari mesin Sinar-X yang digunakan.

Carell berharap, ia dapat menggunakan Kinect di rumah sakit.



kompasteno

0 comments:

Post a comment

 
Top