Hari ini, Senin 20 Mei 2013, adalah hari bersejarah bagi bangsa Indonesia, karena hari ini adalah hari " Kebangkitan Nasional  ".


Mengenai sejarah Hari Kebangkitan Nasional ini, tentunya kita semua sudah mengetahuinya lewat pembelajaran disekolah, atau informasi pembelajaran sejarah dari sumber lainnya.

Pada kesempatan kali ini, Boku no Blog akan share flash back tentang sejarah Hari Kebangkitan Nasional, yang dilansir dari infonews.web.id.

Tidak ada salahnya, jika kita menyimak lagi sejarah dibalik peringatan hari Kebangkitan Nasional, untuk menambah atau mengingatkan pengetahuan kita tentang sejarah Hari Kebangkitan Nasional kita.

/////////////////////////////////////////////////////////////////////////

Sejarah Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei. Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri dari tidak kurang 13.000 pulau yang tersebar dari Sabang hingga Merauke (hasil survei dan verifikasi terakhir Kementerian Kelautan dan Perikanan).

Beragam suku bangsa, bahasa dan agama juga menjadi hal yang unik dari Bangsa Indonesia. Sedikit saja gesekan yang terjadi dalam masyarakat maka akan berakibat fatal, sering kita saksikan dalam media massa beberapa peristiwa yang mencabik-cabik rasa nasionalisme kebangsaan.

Perang antar suku, pemberontakan, tawuran warga dan lain-lain yang dapat menjadi pemicu disintegrasi bangsa.

Untuk itu diperlukan rasa kebangsaan yang tinggi agar Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya semboyan yang menjadi slogan belaka, tetapi benar-benar dapat menjiwai perilaku seluruh rakyat Indonesia.

Dan salah satu hal yang bisa menumbuhkan rasa kebangsaan adalah Kebangkitan Nasional, bangkit dari keterpurukan, bangkit dari ketertinggalan, bangkit dari ketidakadilan, bangkit dari kemiskinan dan kebodohan.

Sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesaia (NKRI) seharusnya Pemerintah memberikan perlakuan yang sama terhadap rakyatnya dari Sabang sampai Marauke, bila rakyat di satu wilayah sejahtera maka selayaknya rakyat di wilayah lainpun sejahtera agar asas Keadilan Sosial

Bagi Seluruh Rakyat Indonesia dapat diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Jika kita kembali kepada sejarah, kebangkitan nasional merupakan peristiwa bangkitnya semangat persatuan, kesatuan dan nasionalisme diikuti dengan kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia.

Selama masa penjajahan semangat kebangkitan nasional tidak pernah muncul hingga berdirinya Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 dan ikrar Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928.

Organisasi Boedi Oetomo yang didirikan pada tanggal 20 Mei 1908 oleh Dr. Sutomo dan para mahasiswa STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen) yaitu Goenawan Mangoenkoesoemo dan Soeraji serta digagas oleh Dr. Wahidin Sudirohusodo pada awalnya bukan organisasi politik, tetapi lebih kepada organisasi yang bersifat sosial, ekonomi, dan kebudayaan.

Namun seiring waktu Boedi Oetomo kemudian menjadi cikal bakal gerakan yang bertujuan untuk kemerdekaan Indonesia.

Kongres pertama Boedi Oetomo diselenggarakan tanggal 3 - 5 Oktober 1908 di Yogyakarta. Saat itu organisasi Boedi Oetomo telah memiliki tujuh cabang di beberapa kota yaitu Batavia, Bogor, Bandung, Magelang, Yogyakarta, Surabaya, dan Ponorogo.

kaum priyayi diangkat sebagai presiden Budi Utomo yang pertama.

Dan sejak itu banyak anggota baru yang berasal dari kalangan bangsawan dan pejabat kolonial bergabung dengan organisasi Boedi Oetomo, namun hal ini justru membuat anggota dari kalangan pemuda memilih keluar dari organisasi ini.

Organisasi Boedi Oetomo sendiri dalam perjalanan sejarahnya mengalami beberapa kali pergantian pimpinan dan sebagian besar berasal dari kalangan bangsawan seperti Raden Adipati Tirtokoesoemo mantan Bupati Karanganyar yang menjadi presiden pertama Budi Utomo dan Pangeran Ario Noto Dirodjo dari Keraton Pakualaman.

Berturut-turut setelah Boedi Oetomo didirikan pada tahun 1908 diikuti berdirinya Partai Politik pertama di Indonesia Indische Partij pada tahun 1912, kemudian pada tahun yang sama Haji Samanhudi mendirikan Sarekat Dagang Islam di Solo, KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah di Yogyakarta, Dwijo Sewoyo dan kawan-kawan mendirikan Asuransi Jiwa Bersama Boemi Poetra di Magelang.

Karena dianggap sebagai organisasi yang menjadi pelopor bagi organisasi kebangsaan lainnya sebagaimana disebutkan di atas, maka tanggal kelahiran Boedi Oetomo yaitu 20 Mei ditetapkan sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

/////////////////////////////////////////////////////////////////////////

Demikian info mengenai Sejarah Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei semoga bermanfaat.

Dan mari kita sebagai bangsa Indonesia pada umumnya, dan semua sahabat blogger indonesia pada khususnya, kita bangkit dan berusaha meraih yang lebih baik lagi, demi kemakmuran, kesejahteraan, keadilan, kenyamanan, kedamaian untuk kita sendiri khususnya dan untuk bangsa Indonesia tercinta pada umumnya.

60 comments:

  1. ayo bangkit.. semangat demi cita-cita :D

    *padahal aku bacanya gak nyampe kelar loh* .

    ReplyDelete
    Replies
    1. idem, saya juga gak kelar mbacanya

      tap semoga semnagat sellau bangkit setiap har dengan lbh bak:)

      Delete
    2. Tidak apa-apa, yang penting hari ini tidak lupa kalau hari ini hari bersejarah " Kebangkitan Nasional ".

      Delete
    3. @Miz Tia / @ririe _ Mari bangkit untuk meraih yang lebih baik !

      T.A.K

      Delete
  2. Bangkitlah Indonesiaku...

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Uyo Yahya_ Ayo Indonesia pasti bisa !

      T.A.K

      Delete
  3. Selamat hari kebangkitan nasional untuk Indonesia.

    Salam wisata

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Ejawantah Wisata_ Sama-sama sobat Selamat hari Kebangkitan Nasional.

      T.A.K

      Delete
  4. Terima kasih mas telah menyegarkan kembali jasa para pendiri-pendiri & para pahlawan,
    selamat memperingai Hari Kebangkitan Nasional.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Buret_ Iya mas sama-sama, Selamat hari Kebangkitan Nasional.

      T.A.K

      Delete
  5. wah terima kasih ulasan sejarahnya mas :)
    jadi mengingatkan kembali

    ReplyDelete
    Replies
    1. @wewengkon sumedang_ Iya kang, supaya tidak Jas merah.

      T.A.K

      Delete
  6. *bangkit dari tidur*

    ReplyDelete
    Replies
    1. bangkit dari kubur ya

      Delete
    2. Bangkit Sanjaya :)

      Delete
    3. @Uswah/ @Agus Setya_ Bangkitlah wahai generasi muda penerus bangsa.

      T.A.K

      Delete
  7. ABITA (Aku Bangga Indonesia Tanah Airku) !

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Mas Nazar_ ACI (Aku Cinta Indonesia)!

      T.A.K

      Delete
  8. Selamat HARI KEBANGKITAN NASIONAL

    tapi, ane kok gak bangkit-bangkit yaak

    ReplyDelete
    Replies
    1. @van buseng_ Wah perlu dibawa ke tempat pijit tuh sob, heheheh:)

      T.A.K

      Delete
  9. saya telah belajar sejarah dari mas boku,
    saya seneng dengan perjuangan heroik para pahlawan terdahulu khususnya perlawanan arek2 suroboyo terhadap tentara sekutu

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Agus Setya_sama-sama Mas Agus, saya juga kalau pas ke Jembatan Merah, tugu pahlawan, terbesit tempat2 ini dulu sebagai tempat perjuangan arek2 Suroboyo.

      T.A.K

      Delete
  10. selamat hari Kebangkitan Nasional ...

    meskipun mamang belum bangkit eheheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Yono Karyono_ Waduh Mang, kok nggak bangkit sih ?:)

      T.A.K

      Delete
  11. info yang sangat bermanfaat brother, senang rasanya bisa tau sejarah hari kebangkitan nasional dari artikel diatas. terimakasih udah share

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Faceblog Evolutions_ Sama-sama Mas, supaya kita nggak Jas merah :)

      T.A.K

      Delete
  12. Selamat HARI KEBANGKITAN NASIONAL ke 201 klo gak salah.. hhe..


    ayo bangkit sobat blogger semuanya.. gkgkgkgkgkgkg

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Ifan Ebitz_ 105 Sobat, ayo bangkit sama-sama menuju yang lebih baik.

      T.A.K

      Delete
  13. Di bawah ini saya kutip beberapa poin penting menyangkut 'Hari Kebangkitan Nasional' dari buku 'Api Sejarah' :

    Ketika Kabinet Hatta (1948-1949 M) mendapat serangan balik dari pelaku Koedeta 3 Juli 1946 yakni Tan Malaka dari Marxist Moerba dan Mohammad Yamin dalam pembelaannya di Pengadilan Negeri, Kabinet Hatta mencoba mengadakan peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Hal ini diakibatkan pembelaan Tan Malaka dan Mohammad Yamin diangkat di media massa cetak maupun radio, dinilai oleh Kabinet Hatta, akan menumbuhkan perpecahan bangsa yang sedang menghadapi Perang Kemerdekaan (1364-1369 H/1945-1950 M).

    Guna menghindarkan perpecahan tersebut, Kabinet Hatta merasa perlu membangkitkan kembali kesadaran sejarah nasional melawan penjajah. Untuk tujuan tersebut, diperlukan penentuan tanggal awal dan organisasi apa yang memelopori timbulnya gerakan kebangkitan nasional pada abad ke-20 M. Tampaknya dipilihlah organisasi yang telah mati, Boedi Oetomo. Jadi, bukan organisasi sosial pendidikan Islam atau organisasi politik lainnya yang masih eksis dan tetap berjuang membela Proklamasi 17 Agustus 1945.

    Diputuskanlah Boedi Oetomo. Tanggal berdirinya 20 Mei dijadikan sebagai Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Bukan Sjarikat Dagang Islam, 16 Oktober 1905. Bukan pula Sjarikat Islam serta bukan Persjarikatan Moehammadijah, 18 November 1912. Tidak juga Persatoean Islam, 12 September 1923, atau Nahdlatoel Oelama, 31 Januari 1926. Walaupun organisasi-organisasi Islam ini berakar dan berpengaruh besar pada mayoritas rakyat Indonesia dan hingga sekarang ini masih berperan aktif dalam pembangunan bangsa, negara, dan agama.

    Dengan kata lain, seluruh organisasi Islam tersebut masih hidup dan memberikan kontribusi yang besar dalam mempertahankan Proklamasi 17 Agustus 1945, Jumat Legi, 9 Ramadhan 1364 H, dan mengakar di tengah rakyat hingga sekarang. Namun, akibat deislamisasi dalam pemilihan peristiwa sejarahnya, hari jadi Boedi Oetomo yang tidak berkelanjutan sejarahnya, ditetapkan sebagai Harkitnas.

    Boedi Oetomo selain sebagai kumpulan elite bangsawan, juga sebagai penganut Kedjawen yang tidak sejalan dengan agama Islam yang dianut oleh mayoritas orang Jawa sendiri. Apalagi Islam sebagai agama oleh mayoritas bangsa Indonesia. Boedi Oetomo sebagai gerakan eksklusif yang menentang gerakan nasional pada zamannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Herdoni Wahyono_ Terima kasih Pak Herdoni, ulasannya sangat jelas dan terperinci. Saya mendapatkan banyak pelajaran dari sini. Selamat Hari Kebangkitan Nasional

      T.A.K

      Delete
  14. wah pas tanggal 20 mei nih mas, ini kan hari kebangkitan nasional yah, saya sampai lupa..trimaksih sudah mengingatkan lewat artikel ini...biar ketularan semangatnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Muroi El-Barezy_ Iya kang, hari ini 20 Mei, merupakan Hari kebangkitan Nasional bangsa Indonesia Kang..

      T.A.K

      Delete
  15. ayo bangkit dari malas
    dan semangat kerja keras
    untuk keluarga dan bangsa dg ikhlas

    Selamat Hari Kebangkitan Nasional !

    Aku Cinta Indonesia

    ReplyDelete
    Replies
    1. @anisayu_ Terima kasih mbak Anis, mari jangan bermalasan kita haru bangkit!

      T.A.K

      Delete
  16. mari kita bangkit dari keterpurukan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. @mangito_ Mari Mas, kita bangkit bersama2!

      T.A.K

      Delete
  17. kebetulan saya habis ke monumen jogja kembali.. dan saya tahu sejarah indonesia... Terima kasih telah share sejarah tanggal 20 mei....

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Muhammad Fernanda Raihan Fadlika_ Iya sobat, itu juga salah satu bukti perjuangan bangsa kita dalam meraih kemerdekaan kita.

      T.A.K

      Delete
  18. Tulisan yang sangat lengkap kang, saya sendiri sudah lupa bagaimana kronologis sejarah hari kebangkitan nasional karena pelajaran ini saya terima 25 tahun lalu di SMA, pelajaran PSPB Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Pakies_ Sama Pak Ies, tadinya saya ketanyaan sama anak saya, terus cari sumber yang jelas dicocokin dan saya share Pak, barang kali ada yang lupa kayak saya :)

      T.A.K

      Delete
  19. selamat hari kebangkitan nasional .
    semoga indonesia segera bangkit dari hutang yang menumpuk
    -,-

    ReplyDelete
    Replies
    1. @iin indriani_ Semoga saja ya mbak Iin..:)

      T.A.K

      Delete
  20. kisah yang benar penuh perjuangan,,
    pas buat kita sebagai pemuda sekarang untuk lebih mengetahui tentang sejarah - sejarah orang dulu,,
    yang telah berjasa besar terhadap negara..
    salm sukses bang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Bustan SAM_ Iya Mas, semoga kita sebagai penerus dan pengisi kemerdekaan bangkit untuk negara tercinta Indonesia.

      T.A.K

      Delete
  21. trmksih sobat dah mengingatkan sejarah hari kebangkitan enak banget bacanya sambil minum kopi hehehe

    ReplyDelete
  22. @Brebes VS Lamongan_ Iya kang sama2, ngopi Lɑ̤̥̈̊ƍΐ yuk...! T.A.K

    ReplyDelete
  23. ini sangat pas dibaca ketika kita nggak punya semangat ... apalagi pas lagi kerjaaan numpuk, lagi males juga ngerjakan tugas kuliah ...
    bangkit dari kemalasan
    apalagi malas posting :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Nia Dewiasih_ iya Mbak Nia, asal jangan malas komentar dan berkunjung ke Boku no Blog lho Mbak..:)

      T.A.K

      Delete
  24. Ok mas, termotivasi nih. Jadi kita harus semangat dalam belajar dan menjadi yang terbaik, ya walaupun bukan jadi yang no. 1.

    Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. @deni_ Iya semangat tuk bangkit dan meraih yang terbaik..!

      T.A.K

      Delete
  25. moment yang baik untuk kita bersama merenungkan kemudian menyingsingkan lengan baju untuk bersama bersatu padu bangkit dari segala bentuk penjajahan TERSELUBUNG yang telah lama menggerogoti jiwa dan raga bangsa ini..MAJUUUU....DAN MERDEKA!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Cilembu thea_ Nih kayak Akang atu ini semangat nya berkobar2, Maju...!!!

      T.A.K

      Delete
  26. wah jadi diingatkan lagi nie masa masa sma dulu, yang penuh dengan pelajaran seperti ini. kapan kita akan mengulangi hari kebangkitan indonesia kembali ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. @cerita anak kost_ Sekarang dan kedepannya nanti kita harus cepat2 bangkit sobat..

      T.A.K

      Delete
  27. begitu panjang sejarah dan perjuangan para pahlawan sayang banyak yang menyia-menyiakannya sekarang kemerdekaan diisi dengan hal-hal negatif

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Munir Ardiku_ Iya pak Munir, kita sekarang tidak boleh menyia2kan kemerdekaan yang diperoleh dengan susah payah penuh perjuangan oleh pejuang2 kita.

      T.A.K

      Delete
  28. Saya harus belajar sejarah lagi nih.Terimakasih mas referensinya.

    Indonesia harus bangkit. Tapi tampaknya Indonesia minimal harus bangun dulu dari tidur pulasnya.

    yang mau korupsi, bangun!
    yang mau menyuap, bangun!
    yang mau menggusur rumah rakyat, bangun!
    Bangunkan hati nuranimu!
    Buka mata, pasang telinga, minimal tidak menjajah saudara sebangsa, kalau tidak mampu membangkitkan bangsa seperti para pahlawan di atas.

    ah karena agak emosi kepada para pemimpin, jadi komentarnya tidak nyambung. mas.
    Mohon maaf ya...

    ReplyDelete
  29. @Komarudin Tasdik_ Iya Sobat, kita harus bangkit bersama untuk Bangsa tercinta. T.A.K

    ReplyDelete

 
Top